mediahitamputih.com.——Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mematangkan persiapan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026
Festival tersebut akan menjadi ruang bagi pondok pesantren memperkenalkan aktivitas dan potensi masing-masing melalui berbagai rangkaian kegiatan, termasuk lomba konten digital.
Persiapan festival dibahas dalam rapat di Rumah Jabatan Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Rabu (7/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar Dody Ryan Saputra selaku Ketua Panitia, Kepala Sub Bagian Kemenag Takalar Muhammad Afrizal, serta Zakriadi dan Muh Safar selaku EO dari Pondok Modern Pesantren Nurul Asafa.
Festival akan digelar selama tiga hari, 22-24 Oktober 2026, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar.
Kegiatan tersebut merupakan gagasan Daeng Manye dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Daeng Manye mengatakan festival tersebut digagas untuk memberikan ruang kepada pondok pesantren dalam menampilkan potensi, kreativitas, dan kontribusinya bagi masyarakat.
Ia ingin pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia di Takalar.
Daeng Manye juga berharap festival menjadi ruang silaturahmi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan pondok pesantren sekaligus memperkenalkan potensi pesantren kepada masyarakat.
Menurut Daeng Manye, festival juga harus memberikan ruang bagi setiap pesantren untuk memperkenalkan kehidupan dan potensi yang dimiliki.
“Konten Islami sudah banyak. Bagus kalau keseharian di pondok pesantren juga bisa sekaligus mempromosikan pondoknya.
Jadi masyarakat bisa melihat bagaimana kehidupan di pondok, aktivitas santri, lingkungan pondok, dan apa saja yang menjadi potensinya,” kata Daeng Manye.
Ia menilai pendekatan tersebut membuat festival tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi pesantren untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat.
“Jadi bukan hanya datang ikut lomba, selesai, kemudian pulang. Kita ingin masing-masing pondok bisa menunjukkan apa yang mereka punya. Keseharian dan lingkungan pondok bisa dikemas dengan kreatif sehingga menjadi bagian dari promosi pesantren,” ujarnya.
Festival tersebut akan melibatkan 24 pondok pesantren se-Kabupaten Takalar.
Setiap pesantren diperkirakan mengikutsertakan 20 hingga 40 peserta dalam berbagai rangkaian kegiatan.
Konsep Festival
EO Festival dari Pondok Pesantren Nurul Asafa, Zakriadi, mengatakan konsep kegiatan dibangun melalui tiga unsur utama, yakni competition, creativity, dan collaboration.(yunk)

Leave a Reply