mediahitamputih.com.—–Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye punya acara tersendiri menekankan pentingnya pelayanan publik kepada jajarannya.
Hal itu terlihat saat memimpin apel gabungan rutin Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye memanggil satu per satu perwakilan unsur pelayanan publik.
Mulai dari guru, tenaga kesehatan, hingga pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar.
Mereka dipanggil untuk menegaskan penerapan budaya pelayanan 5S dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Apel gabungan berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26.
Daeng Manye bertindak sebagai pembina apel yang dimulai sekitar pukul 07.00 WITA.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin dan Sekretaris Daerah Achmad Rivai.
Turut hadir para staf ahli, asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat se-Kabupaten Takalar.
Hadir pula kepala bidang, kepala seksi, kepala puskesmas, serta kepala sekolah SD dan SMP.
Seluruh ASN dan staf lingkup Pemkab Takalar juga mengikuti kegiatan tersebut.
Sebelum apel dimulai, Daeng Manye melakukan pengecekan langsung kehadiran peserta berdasarkan barisan masing-masing OPD.
Kegiatan kemudian diawali dengan yel-yel penyemangat untuk membangkitkan semangat kerja para ASN
Tepat sekitar pukul 08.00 WITA, Bupati Takalar mulai menyampaikan amanat di hadapan peserta apel.
Dalam arahannya, ia menekankan dua hal utama, yakni kedisiplinan dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja.
Menurutnya, apel gabungan bulanan bukan sekadar kegiatan seremonial yang dilaksanakan secara rutin.
Melainkan menjadi sarana komunikasi pimpinan daerah dengan seluruh jajaran pemerintahan.
“Apel gabungan ini kita laksanakan sekali dalam sebulan. Bagi saya, ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan sarana dan media saya selaku Bupati untuk sharing informasi dan isu-isu utama yang terjadi, untuk selanjutnya dilaksanakan sampai ke tingkat bawah,” ujar Daeng Manye.
Ia berharap tingkat kehadiran ASN pada apel gabungan berikutnya dapat lebih maksimal.
Dengan begitu, seluruh arahan kebijakan pemerintahan dan pembangunan dapat diterima secara langsung.
Selain kedisiplinan, Daeng Manye juga menyoroti peningkatan kualitas pelayanan publik melalui program Layanan Sepenuh Hati 5S.
Program tersebut mengedepankan lima budaya pelayanan, yakni Senyum, Salam, Sapa, Santun, dan Solusi.

Leave a Reply