MEDIAHITAM.COM – PT Nindya Karya (Persero) akhirnya angkat bicara terkait insiden yang menewaskan dua anak di area pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Melalui keterangan resminya, perusahaan menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi di kawasan proyek tersebut.
Diketahui, proyek Sekolah Rakyat Takalar merupakan pekerjaan yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Nama pekerjaan tercantum sebagai Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan 2 yang berlokasi di Kabupaten Takalar.
Adapun penyedia jasa proyek tercatat merupakan PT Nindya Karya (Persero) KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng dengan nomor kontrak PB.02.01-Gs3/SP/484 tertanggal 17 November 2025.
Dalam siaran pers yang diterima, PT Nindya Karya menyebut peristiwa tragis tersebut terjadi di area galian bio septic tank yang berada di dalam kawasan proyek.
Perusahaan menjelaskan saat kejadian tidak terdapat aktivitas konstruksi di lokasi karena masa libur Hari Raya Idul Adha.
Mengetahui adanya insiden tersebut, tim proyek bersama aparat setempat langsung melakukan koordinasi dan pendampingan kepada keluarga korban.
Pihak perusahaan juga mengaku membantu proses penanganan di lapangan bersama unsur terkait.
“Saat mengetahui kejadian tersebut, tim proyek PT Nindya Karya bersama aparat setempat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera melakukan koordinasi dan pendampingan kepada keluarga korban serta membantu proses penanganan di lapangan,” demikian keterangan perusahaan.
PT Nindya Karya juga menyebut lokasi kejadian telah diamankan dan dipasangi garis polisi untuk mendukung proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.
Saat ini, investigasi masih berlangsung guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan faktor penyebab terjadinya insiden tersebut.
Perusahaan menyatakan akan bersikap kooperatif dan mendukung penuh seluruh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang.
Sekretaris Perusahaan PT Nindya Karya (Persero), M. Maududy Ary, mengatakan perusahaan memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan dan keamanan lingkungan proyek.
Menurutnya, evaluasi terhadap sistem pengamanan area kerja juga akan dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut atas peristiwa tersebut.
“Perusahaan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Kami turut prihatin dan saat ini fokus memberikan dukungan serta bekerja sama penuh dengan pihak terkait dalam proses investigasi,” kata Maududy Ary dalam pernyataan resminya.
Ia menegaskan hasil evaluasi nantinya akan menjadi perhatian serius perusahaan untuk memperkuat sistem pengamanan di area proyek.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan mengingat sebelumnya pihak proyek menyebut pembangunan Sekolah Rakyat Takalar telah memasuki tahap akhir penyelesaian dengan progres mencapai sekitar 80 persen.
Pengawas Lapangan Proyek Sekolah Rakyat Takalar, Putu Sumantra, sebelumnya mengatakan proyek tersebut tetap mengedepankan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten dalam seluruh tahapan pekerjaan.
“Pelaksanaan proyek tetap mengedepankan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 secara konsisten. Komitmen ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan aman, tertib, dan berkualitas,” kata Putu Sumantra.
Sekolah Rakyat Takalar sendiri dibangun di atas lahan sekitar 5,6 hektare dan dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP hingga SMA.
Kawasan tersebut dilengkapi sembilan bangunan asrama siswa, dua rumah susun guru, tiga bangunan kantin, dapur umum, gedung serbaguna, masjid, guest house, hingga fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer, basket dan voli.
Selain pembangunan fisik, proyek tersebut juga disebut melibatkan sekitar 800 tenaga kerja, termasuk sekitar 200 pekerja yang berasal dari Kabupaten Takalar dan wilayah sekitarnya.
PT Nindya Karya menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan standar keselamatan, keamanan, serta pengawasan lingkungan proyek secara berkelanjutan dalam setiap pelaksanaan pembangunan.
Perusahaan juga mengimbau masyarakat di sekitar kawasan proyek untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat berada di sekitar area konstruksi yang memiliki potensi risiko keselamatan.

Leave a Reply