mediahitamputih.com.—Takalar tak lagi ingin jadi penonton di pasar global. Di bawah komando Mohammad Firdaus Daeng Manye, langkah konkret mulai dijalankan menembus pasar China dengan membawa produk lokal unggulan, dari laut hingga pertanian, ke panggung ekspor dunia.
Pemerintah Kabupaten Takalar menunjukkan keseriusannya menembus pasar internasional.
Tak main-main, daerah ini mulai membidik China sebagai tujuan ekspor berbagai produk unggulan lokal.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan penunjukan Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar–China dalam rapat resmi yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Takalar, Selasa (1/4/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, didampingi Sekretaris Daerah Muhammad Hasbi, serta dihadiri para pimpinan OPD dan camat.
Dalam arahannya, Daeng Manye menegaskan bahwa seluruh sektor harus siap menghadapi peluang global.
“Kita harus membuka pikiran. Semua sektor punya pekerjaan rumah, UMKM, perikanan, pertanian, hingga perdagangan semuanya harus berkolaborasi,” tegasnya.
Bupati menyoroti sejumlah komoditas unggulan Takalar yang dinilai memiliki peluang besar di pasar China, namun belum dimaksimalkan.
Salah satu yang disorot adalah lawi-lawi (anggur laut) yang selama ini hanya dikonsumsi secara tradisional.
Padahal, menurutnya, komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan baik dan dipasarkan secara modern.
Selain itu, ia juga menyebut: Cakar ayam dengan permintaan tinggi di China. Kelapa dengan ratusan produk turunan. Hasil perikanan dan pertanian lainnya
“Selama ini kita belum maksimal dalam promosi dan pengolahan. Padahal peluangnya sangat besar,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Takalar resmi menunjuk Jenny Widjaya sebagai Liaison Officer (LO).
Peran ini strategis untuk membuka akses komunikasi dan kerja sama dengan investor serta buyer dari China.
Jenny menegaskan akan langsung turun ke lapangan untuk membina UMKM agar siap ekspor.
“Saya akan lihat langsung kondisi UMKM, terutama dari sisi higienitas, kebersihan, dan packaging agar layak masuk pasar internasional,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana kunjungan ke China dalam waktu dekat.
“Tanggal sembilan kita akan ke China. Ini momentum penting untuk mempertemukan Takalar dengan investor dan buyer,” katanya.
Jenny optimistis hasil laut Takalar yang melimpah dapat diserap pasar global.
Ia akan mendorong kerja sama business to business (B2B) serta memastikan produk UMKM memenuhi standar ekspor.
Menurutnya, langkah awal adalah mengidentifikasi potensi yang siap dikembangkan menjadi kerja sama konkret.
Penunjukan LO ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Takalar dalam:
Mendorong UMKM naik kelas
Membuka akses investasi
Memperluas pasar ekspor
Mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah
Rapat berlangsung dengan antusias, meski beberapa pejabat tidak hadir. Plt Inspektorat Rusli tercatat hadir menyusul, sementara Kepala Dinas Kesehatan tidak terpantau hadir.
Langkah ini menegaskan bahwa Takalar tidak sekadar wacana, melainkan mulai bergerak nyata membawa produk lokal ke pasar global.
(Leo)

Leave a Reply