Peluang Kerja ke Jepang Dibuka, 17 Pemuda Takalar Ikuti Seleksi Ketat Program SSW

mediahitamputih.com.—– Sebanyak 17 remaja asal Kabupaten Takalar mengikuti tahapan seleksi kerja ke Jepang melalui program Specified Skilled Worker (SSW), Kamis (09/04/2026).

Sekitar pukul 10.30 WITA, para peserta terlihat berjejer rapi mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam di pintu masuk Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar.

Suasana seleksi tampak tertib dengan sistem pemeriksaan berlapis yang harus dilalui setiap peserta.

Setelah memasuki pintu utama, peserta langsung diarahkan ke loket pemeriksaan administrasi yang terdiri dari dua meja pelayanan.

Selanjutnya, peserta menjalani tes penglihatan jarak pandang yang dijaga oleh dua petugas di sisi ruangan.

Tahapan berikutnya adalah tes buta warna yang dilakukan di meja khusus sebelum berlanjut ke pengukuran tinggi badan.

Sementara itu, di lantai dua kantor, pelaksanaan tes potensi akademik berlangsung secara bergiliran berdasarkan kelompok peserta.

Di waktu yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Takalar, Zubair, terlihat melakukan pertemuan dengan tiga perwakilan dari Jepang di ruang kerja Kepala Bidang Tenaga Kerja.

Ketiga warga negara Jepang tersebut masing-masing berasal dari Asosiasi Pendistribusian Tenaga Kerja Asia Agri dan perusahaan logistik Senko Group.

Pertemuan tersebut didampingi oleh penerjemah bernama Syamsir yang membantu komunikasi antara kedua pihak.

Dalam percakapan tersebut, pihak Senko Group menjelaskan sejumlah persyaratan bagi calon tenaga kerja, khususnya untuk posisi pengemudi.

Disebutkan bahwa pelamar wajib memiliki SIM A atau SIM B, dengan SIM B menjadi nilai tambah karena menunjukkan pengalaman mengemudi kendaraan besar.

Selain itu, masa kepemilikan SIM minimal satu tahun sebelum keberangkatan ke Jepang.

Pihak perusahaan juga mengungkapkan bahwa selain pekerjaan sebagai sopir truk, terdapat peluang lain seperti operator forklift.

Program untuk operator forklift melalui skema SSW direncanakan mulai dibuka pada Oktober 2026.

Senko Group juga membuka peluang besar bagi mahasiswa yang sedang belajar bahasa Jepang untuk bekerja paruh waktu.

Bahkan, setelah lulus, para mahasiswa tersebut berkesempatan direkrut sebagai karyawan tetap di perusahaan.

Menariknya, perusahaan tersebut tidak terlalu menitikberatkan pada latar belakang pendidikan formal.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah Presiden Direktur perusahaan yang memulai karier sebagai sopir forklift sebelum akhirnya menduduki posisi tertinggi.

Plt Kepala Dinas, Zubair, berharap seluruh peserta asal Takalar dapat lolos dalam seleksi tersebut.

“Mudah-mudahan 17 orang yang terdaftar ini bisa mengikuti seleksi dan dinyatakan lulus serta berhasil bekerja di Jepang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seleksi ini bukan berbasis persaingan kuota, melainkan kelayakan masing-masing peserta.

“Bukan seleksi persaingan. Kalau semua layak, semuanya bisa lulus,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Muhammad Rahmat Agusalim, mengaku termotivasi mengikuti program tersebut untuk mengubah nasib.

Pemuda asal Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan itu juga mengaku tertarik dengan pengalaman baru yang bisa didapat di Jepang.

Penanggung jawab dari PT Shin, Muhlis, menyebutkan bahwa dari proses awal seleksi, hanya 17 peserta asal Takalar yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Menurutnya, para peserta saat ini sedang menjalani tes kesamaptaan, tes fisik, dan tes akademik.

Tahapan berikutnya dijadwalkan berupa tes wawancara yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya.

Ia juga mengakui bahwa kemungkinan ada peserta yang tidak lulus dalam proses seleksi lanjutan.

Selain peserta dari Takalar, seleksi ini juga diikuti oleh sekitar 60 peserta dari Kota Makassar.

Muhlis menambahkan bahwa terdapat lima kecamatan di Takalar yang tidak mengirimkan peserta dalam seleksi kali ini.

Kelima kecamatan tersebut yakni Galesong Utara, Mappakasunggu, Sanrobone, Mangarabombang, dan Kepulauan Tanakeke.

Program ini diharapkan menjadi peluang besar bagi pemuda Takalar untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pekerjaan di luar negeri.

Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di pasar global.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*