mediahitamputih.com.—Upaya Pemerintah Kabupaten Takalar mendorong kerja sama internasional terus berlanjut melalui kunjungan lapangan Liaison Officer (LO) kerja sama Takalar–China, Jenny Widjaya.
Memasuki hari kedua, Kamis (2/4/2026), rombongan meninjau langsung potensi perikanan dan kelautan di Desa Punaga, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Fokus utama peninjauan kali ini adalah komoditas rumput laut dan lawi-lawi atau anggur laut yang menjadi unggulan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar Nuriksan Nurdin, Kepala Dinas Perikanan Takalar Nasaruddin Asis, Kepala Dinas Pertanian Parawangsa, Camat Laikang Marwan, serta Kepala Desa Punaga Syarifuddin.
Rombongan terlihat menyusuri kawasan pesisir Desa Punaga untuk melihat langsung kondisi budidaya serta kualitas hasil laut masyarakat.
Selain meninjau Desa Punaga, rombongan juga mengunjungi Sentra Penjualan Jagung Panaikang di Kelurahan Pattallassang serta lokasi pelelangan ikan Beba di Kecamatan Galesong Utara sebagai bagian dari rangkaian peninjauan potensi pertanian dan perikanan unggulan Kabupaten Takalar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Takalar, Nuriksan Nurdin, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tugas strategis LO.
“Jadi maksud dan tujuan kedatangan beliau adalah karena ditunjuk sebagai LO antara Takalar dengan China, dengan tugas utama mempromosikan produk pertanian dan perikanan Takalar ke pasar domestik dan internasional,” ujarnya.
Nuriksan menyebut, selain promosi, LO juga bertugas menggali potensi daerah yang berpeluang menjadi komoditas ekspor.
“Beliau melihat langsung bagaimana kondisi produk pertanian, perikanan, dan perkebunan kita yang nantinya bisa dijadikan komoditas ekspor,” jelasnya.
Ia menambahkan, peran LO juga mencakup pencarian investor untuk berinvestasi di Takalar.
“LO ini juga berfungsi sebagai mitra kerja pemerintah untuk menggait investor yang tertarik pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan kita,” lanjut Nuriksan.
Menurutnya, jaringan luas yang dimiliki Jenny Widjaya menjadi peluang besar bagi Takalar.
“Beliau punya jaringan luas, baik sebagai Ketua IWAPI Jakarta Utara maupun sebagai anggota Kadin, yang tentu akan membantu membuka akses pasar,” katanya.
Nuriksan mengungkapkan bahwa selama dua hari kunjungan, pihaknya memaksimalkan waktu untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah.
“Kami sejak hari pertama langsung mendampingi beliau meninjau hasil pertanian seperti jagung, rumput laut, hingga lawi-lawi,” ungkapnya.
Ia bahkan menyebut lawi-lawi Takalar mendapat perhatian khusus dari LO.
“Menurut beliau, lawi-lawi kita ini termasuk yang berkualitas terbaik, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia,” ujarnya.
Selain itu, sektor perikanan Takalar juga dinilai memiliki keunggulan tersendiri.
Nuriksan menyebut berbagai jenis ikan yang ditemukan di perairan Takalar tergolong unik dan berpotensi ekspor.
“Jenis ikan kita ini unik dan segar, bahkan ada yang tidak banyak ditemukan di daerah lain,” jelasnya.
Ia mengatakan, Jenny Widjaya bahkan sempat mencicipi langsung hasil laut Takalar.
“Beliau melihat langsung dan mencicipi ikan kita, dan itu menjadi nilai tambah karena kualitasnya dinilai sangat baik,” tambahnya.
Meski demikian, ada sejumlah catatan penting yang disampaikan LO terkait pengelolaan lingkungan.
Nuriksan menuturkan bahwa kebersihan kawasan pesisir menjadi perhatian serius.
“Beliau menyarankan agar kebersihan pantai tetap dijaga, karena sangat berpengaruh terhadap kualitas biota laut kita,” ujarnya.
Selain sektor perikanan, kunjungan juga dilakukan ke sentra UMKM di Palleko.
Di lokasi tersebut, rombongan melihat berbagai produk olahan berbahan dasar tumbuhan seperti kelor dan pisang.
Nuriksan menyebut produk UMKM Takalar memiliki potensi besar, namun masih perlu penguatan legalitas.
“Masukannya adalah legalitas produk harus diperkuat agar bisa dipasarkan lebih luas,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengolahan produk, termasuk jagung yang dinilai memiliki banyak varian olahan.
Sementara itu, Jenny Widjaya menyampaikan optimisme terhadap potensi Takalar yang dinilai sangat besar untuk pasar ekspor.
Ia menegaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah melihat langsung kondisi lapangan.
“Potensi Takalar sangat besar, mulai dari hasil laut, pertanian hingga UMKM, semuanya punya peluang untuk dikembangkan ke pasar internasional,” ujarnya.
Jenny juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, terutama dari sisi kebersihan dan kemasan.
“Produk kita harus memenuhi standar, baik dari segi higienis maupun packaging agar bisa bersaing di pasar global,” jelasnya.
Ia berharap kunjungan ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret.
“Kami berharap ke depan bisa masuk tahap kontrak dengan investor yang sudah mulai dijajaki,” katanya.
Kunjungan dua hari ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membuka akses pasar global bagi produk unggulan Takalar.
Pemerintah Kabupaten Takalar pun optimistis kerja sama dengan China akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (yunk).

Leave a Reply