mediahitamputih.com.—– Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Pertemuan tersebut digelar untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat serta menjaga stabilitas harga di daerah menjelang momentum hari besar keagamaan.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/3/2026).
HLM tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah.
Pertemuan ini juga melibatkan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah serta instansi terkait yang tergabung dalam TPID Kabupaten Takalar.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah membahas berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini yakni “Upaya Stabilisasi Harga Menjelang HKBN Idul Fitri 1447 H/2026 M serta Sinergi Penguatan Elektronisasi Transaksi Pemerintahan Daerah di Kabupaten Takalar.”
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok biasanya mengalami peningkatan menjelang hari raya.
“Menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok memang biasanya meningkat, terutama komoditas pangan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Daeng Manye.
Namun demikian, ia memastikan kondisi ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Takalar secara umum masih dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan kami, stok bahan pokok di Kabupaten Takalar masih cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idul Fitri nanti,” jelasnya.
Selain membahas ketersediaan pangan, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu langkah yang terus didorong pemerintah daerah adalah memperkuat sistem transaksi pembayaran secara digital.
“Pemerintah daerah juga terus mendorong pemanfaatan transaksi digital agar pelayanan publik semakin efisien dan transparan,” tambahnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem digital bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Pemerintah daerah mendorong perluasan penggunaan QRIS di berbagai sektor usaha.
Mulai dari pasar tradisional, pedagang kaki lima, hingga pelaku usaha kuliner yang tersebar di wilayah Kabupaten Takalar.
Program percepatan onboarding UMKM juga terus dilakukan agar semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan sistem pembayaran digital.
Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, sejumlah komoditas pangan utama masih tersedia dengan baik di pasar.
Produksi beras, misalnya, masih ditopang oleh potensi sektor pertanian daerah yang cukup besar.
Selain beras, beberapa komoditas strategis lainnya seperti cabai, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, gula pasir, serta minyak goreng juga relatif tersedia di pasaran.
Distribusi komoditas tersebut juga dinilai berjalan lancar sehingga tidak menimbulkan gangguan pasokan di tingkat masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Takalar bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok secara berkala.
Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah.
Pemerintah juga memastikan agar pasokan bahan pokok tetap terjaga serta harga tetap terjangkau oleh masyarakat.
Selain pemantauan rutin, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai langkah stabilisasi harga.
Di antaranya melalui kegiatan operasi pasar dan pelaksanaan pasar murah di sejumlah titik.
Program Mobile Distribution Center (MDC) GADISTA juga menjadi salah satu langkah antisipatif yang disiapkan pemerintah.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga hingga perayaan Idul Fitri.

Leave a Reply